Powered By Blogger

Senin, 24 Desember 2012

Kunjungna Kerja DPR ke Luar Negeri (3) (BI - 01 -SS - 12)

DPR Jalan-jalan Terus, Tak Mempan Kritik

INILAH.COM, Jakarta - Agenda kunjungan anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR keluar negeri kembali menuai keritik. Kritik ini bukan baru yang pertama atau kedua kali tetapi sudah sering dilontarkan.

Dalam foto hasil tangkapan seorang warga negara Indonesia (WNI) di Copenhagen, Denmark, tergambar sekelompok anggota dewan yang tengah menikmati suasana sungai dengan menumpangi perahu, di Copenhagen.

Kegiatan menikmati keindahan Copenhagen di tengah agenda kunjungan kerja itulah yang menuai kritik pedas. Namun DPR tetap saja tak mempedulikan kritik yang ditujukan kepada lembaganya.

"Ya begitulah, mau apa lagi. Mau dikritik sampai berbusa kalau tidak ada aturan yang melarang itu, ya oke saja," tegas pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, kepada INILAH.COM, Jumat (7/9/2012).

Menurut dia, ada kesalahan dalam aturan di DPR tentang agenda kunjungan luar negeri bagi anggota dewan. "Yang salah ditataran perencanaan, dana terlanjur ditetapkan dan sudah disediakan," kata Zuhro.

Kunjungan keluar negeri tidak harus selalu dilakukan setiap anggota dewan hendak memutuskan rancangan undang-undang (RUU). "Mestinya sejak awal mengenai studi banding ini ada klarifikasi dan keputusan yang tegas, apakah setiap mau memutuskan RUU wajib studi banding ke negara lain?" tambah Siti.

Adapun anggota Baleg DPR yang ikut dalam kunjungan kerja berjumlah 20 orang. Sebanyak 10 anggota baleg dipimpin Wakil Ketua Baleg Achmad Dimyati Natakusumah (F-PPP) berangkat ke Denmark, dan 10 anggota baleg lainnya dipimpin Wakil Ketua Baleg Anna Mu’awanah (F-PKB) berangkat ke Turki.

Berdasarkan data yang diperolehnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) memperkirakan biaya keberangkatan studi banding 20 anggota DPR itu menghabiskan dana APBN Rp1,2 miliar. [yeh]

Berikut daftar peserta anggota Baleg yang ikut "melancong" ke kedua negara itu:

Denmark
1. Dimyati Natakusumah (F-PPP)
2. Ignatius Mulyono (F-P Demokrat)
3. Zulmiar Yanri (F-P Demokrat)
4. Ade Surapriatna (F-P Golkar)
5. Irvansyah (F-PDIP)
6. Hoing Sanny (F-PDIP)
7. Bochori Yusuf (F-PKS)
8. Mardani Ali Sera (F-PKS)
9. Jamaluddin Jafar (F-PAN)
10. M Unais Ali Hisam (F-PKB)
11. Djamal Aziz (F-P Hanura)

Turki
1. Sunardi Ayub (F-P Hanura)
2. Anna Mu'awanah (F-PKB)
3. Hari Wicaksono (F-P Demokrat)
4. Khotibul (F-P Demokrat)
5. Didi Irawadi (F-P Demokrat)
6. Nurliah Marlia Mukhtar (F-P Golkar)
7. Tety Kadi Bawono (F-P Golkar)
8. Eddy Mihati (F-PDIP)
9. Aus Hidayat Nur (F-PKS)
10. Rusli Ridwan (F-PAN)
11. Zainut Tauhid (F-PPP)

sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar