Powered By Blogger

Selasa, 26 November 2013

TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN KERETA API




·         1. • Tema : KEPUASAN KONSUMEN • Judul : Tingkat kepuasaan konsumen terhadap pelayanan kereta api • Masalah : Pengaruh kualitas pelayanan kereta api terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa PT. Kereta Api • Pengarang : Mohamad Ilham • Tahun Pembuatan : 2011
·         2. A. Latar Belakang Dalam menanggapi kebutuhan transportasi Kualitas pelayanan menjadi dasar yang dapat mempengarui pilihan konsumen untuk memilih berbagai jenis jasa yang berkembang saat ini. Dalam era perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat menyebabkan manusia cenderung memelih transportasi yang cepat dan terjangkau. Masyarakat akan lebih menuntut pelayanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga mereka lebih teliti dan kritis dalam memilih segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Terutama masalah Transportasi , berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Menyadari peranan transportasi darat khususnya pelayanan di dalam kereta api harus seimbang dengan tingkat kebutuhan dan tersedianya pelayanan angkutan yang ramah, aman, cepat, lancar, tertib, teratur, nyaman, selamat dan efisien. Sebagian besar sektor publik menyadari pentingnya kepuasan konsumen dan mempunyai batasan budget untuk pelayanan konsumen. Hal ini juga dilakukan oleh PT. Kereta Api (Persero) sebagai salah satu perusahaan milik negara yang bergerak dalam bisnis jasa angkutan darat. Kereta Api merupakan alternatif bagi masalah angkutan jalan raya. Dalam perkembangannya PT. Kereta Api (Persero) telah menunjukkan kinerja yang semakin membaik, peningkatan jasa yang meningkat dengan memperhatikan kenyamanan, ketepatan dengan resiko kemacetan yang relatif kecil. Di lihat dari pemisahan gerbong kereta api khusus wanita . Kecenderungan permintaan pasar terhadap kereta api penumpang kelas ekonomi terus meningkat ,terbukti banyaknya mahasiswa dan pekerja yang menggunakan jasa fasilitas kereta api ekonomi. Hal ini merupakan peluang untuk meningkatkan volume pendapatan dengan meningkatkan pengoperasian kereta api khususnya kereta api ekonomi jurusan jakarta-bogor. Jika para konsumen / pengguna jasa kereta api puas dengan pelayanan PT Kereta Api maka akan meningkat pula profit bagi perusahaan dan akan meningkatnya kesetiaan konsumen / pengguna layanan jasa tranportasi kereta api. Dengan menetapkan jadwal yang disiplin agar kereta tidak terlambat lagi.
·         3. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen dalam menggunakan jasa PT. Kereta Api dengan jasa transportasi darat seperti bus ? 2. Apakah yang kelemahan dan kelebihan jasa kualitas pelayanan pada PT. Kereta Api ?
·         4. 1. Untuk dapat mengetahui seberapa besarkah kepuasan yang dirasakan oleh konsumen terhadap tingkat pelayanan kereta api dari kelas ekonomi – ekonomi Ac/commuter-line ? 2. Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan para konsumen memilih jasa transportasi kereta api ? 3. Memberikan tambahan wawasan bagi peneliti mengapa masyarakat berminat memilih menggunakan jasa transportasi kereta api.
·         5. Landasan teori 2.1 TEORI Dasar teori dari riset ini di lihat dari beberapa prilaku konsumen . Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”. pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utlilitas, dan lainnya. Salah satu pelayanan publik adalah PT Kereta Api Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) meliputi angkutan penumpang dan barang. Pada akhir Maret 2007, DPR mengesahkan revisi UU No. 13/1992 yang menegaskan bahwa investor swasta maupun pemerintah daerah diberi kesempatan untuk mengelola jasa angkutan kereta api di Indonesia. Kebanyakan teori awal mengenai perilaku konsumen didasarkan pada teori ekonomi, dengan pendapat bahwa individu bertindak secara rasional untuk memaksimumkan keuntungan (kepuasan) mereka dalam membeli barang dan jasa. Penelitian belakangan ini menemukan bahwa para konsumen mungkin sekali membeli secara impulsif dan dipengaruhi tidak hanya oleh keluarga, teman, iklan, dan model iklannya, tetapi juga suasana hati, keadaan, dan emosi. Semuanya tergabung sehingga membentuk perilaku konsumen yang menyeluruh dan mampu mencerminkan aspek pengertian dan pengetahuan dalam pengambil;an keputusan pembelian. pengujian hipotesis antar variabel dan berpusat pada penjelasan hubungan-hubungan antar variable ; hubungan tersebut adalah variable kesan , informasi yang tepat dan jelas , pelayanan ketepatan informasi , ketepatan waktu , fasilitas , system pelayanan , fasilitas penunjang dalam kereta api , dan tempat duduk yaitu bertujuan mendeteksi ketergantungan antar satu variabel dengan variabel lainnya. Obyek penelitian ditentukan secara yaitu stasiun PT. Kereta Api (Persero) lokasi penelitian adalah Kereta Api Eksekutif untuk tujuan Jakarta-bogor , bogor- Jakarta yang ruang lingkupnya diambil di ruang lingkup kecil hanya teman-teman mahasiswa universitas gunadarma dari kelas 3EA01-3EA04 dengan dasar pemikiran : 1. Kereta api eksekutif untuk tujuan Jakarta-bogor , bogor Jakarta dapat dijadikan sebagai transportasi alternatif oleh konsumen terutama mahasiswa universitas gunadarma. 2. Konsumen dari kereta api ekonomi dan commuterline segmen pasarnya sudah jelas yaitu menengah ke bawah sampai menengah ke atas dan biasanya mereka lebih kritis terhadap kualitas pelayanan.
·         6. Faktor-faktor yang mempengarui Kualitas Pelayanan kereta api dari penelitian yang telah diamati yang merupakan factor dari alasan beberapa mahasiswa memilih jasa transpotasi kereta api. 1. Faktor Kesan dari penumpang 2. Faktor Informasi yang Cepat dan Jelas 3. Faktor karena Pelayanan ketepatan Informasi 4. Faktor Ketepatan Waktu 5. Faktor Fasilitas 6. Faktor Sistem Pelayanan 7. Faktor Fasilitas Penunjang Dalam Kereta Api 8. Faktor Tempat duduk
·         7. Analisis Faktor Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitan yang dilakukan tahapan dari analisis faktor adalah sebagai berikut : 1. Faktor Kesan dari Kesan yang baik di hati penumpang mempengaruhi penumpang didalam mengambil keputusan terutama didalam memilih kereta api comutterline sebagai transportasi alternatif. 2. Faktor Informasi yang Cepat dan Jelas Yaitu Kemampuan petugas untuk memberi informasi secara cepat dan jelas dengan loading sebesar 0,833 berarti petugas tersebut mau membantu penumpang dan memberi pelayanan dengan cepat 3. Faktor karena Pelayanan ketepatan Informasi Dimana ketepatan jadwal kereta api yang sesuai dengan jadwal keberangkatan. 4. Faktor Ketepatan Waktu Yaitu memberikan pelayanan kepada penumpang secara tepat dan akurat karena jadwal keberangkatan kereta api telah diatur dalam grafik perjalanan kereta. 5. Faktor Fasilitas Fasilitas fisik yang menarik dan memadai yang dimiliki oleh perusahaan telah menarik hati penumpang yang sekaligus memberi kesan kenyamanan para penumpang 6. Faktor Sistem Pelayanan Pelayanan karcis secara efektif akan mempermudah penumpang didalam memesan karcis meskipun dilakukan melalui stasiun yang berbeda maka Papan informasi yang memaparkan harga karcis mudah dimengerti memiliki ketepatan agar penumpang bisa lebih cepat memutuskan layanan kereta api apa yang mau di ambil melalui papan informasi tersebut maka penumpang dapat dengan mudah memperoleh informasi yang tepat, cepat dan akurat. 7. Faktor Fasilitas Penunjang Dalam Kereta Api Keadaan fasilitas penunjang dalam kereta (TV. AC, Audio dan Vidio) sebab keberadaan fasilitas tersebut benar-benar menunjang pelayanan perusahaan sehingga membuat penumpang merasa nyaman dalam menikmati perjalanan 8. Tempat duduk Kenyamanan tempat duduk berbaring dan tegak memiliki sarana utama yang digunakan penumpang dalam kereta dimana kenyamanan tempat duduk merupakan Item-item yang berarti penilaian konsumen terhadap kualitas perbedaan antara kereta ekonomi dan commuterline
·         8. METODE PENELITIAN 3.1 Model penelitian 1. variable x : Yaitu deskripsi dari banyaknya para respon mahasiswa yang membalas kuisioner melalui pesan blackberry dan sms 2.variable Y : Bagaimana mahasiswa universitas gunadarma memdeskripsikan pelayanan kereta api kelas ekonomi dan comutter line 3.1 DATA DAN VARIABLE Variable jenis kelamin (X1) : menggambarkan banyaknya penumpang kereta api dan banyaknya penjualan tiket pada stasiun kereta api pada setiap kelas ekonomi dan commuter line Variable jenis kereta api (X2) : mendeskripsikan indicator banyaknya penumpang dari beberapa faktor Faktor Kesan dari penumpang Faktor Fasilitas , Fasilitas Penunjang Dalam Kereta Api juga Tempat duduk 1. Faktor Informasi yang Cepat dan Jelas 2. Faktor karena Pelayanan ketepatan Informasi 3. Faktor Ketepatan Waktu 4. Faktor Sistem Pelayanan Citra Merek (Y) : yaitu bagaimana mahasiswa mempersepsikan pelayanan kereta api dari beberapa indikator yaitu : informasi yang cepat dan jelas , informasi ketepatan waktu , informasi system pelayanan , informasi karena pelayanan ketepatan informasi
·         9. Meneliti suatu objek yang akan di teliti Membuat pertanyaan untuk kuesioner Membagikan kuesioner melalui sebaran sms atau BBm tersebut kepada para responden Mengumpulkan kuesioner Mengolah datanya menjadi sebuah laporan
·         10. Penelitian yang dilakukan pada riset ini melalui Populasi yakni mahasiswa manajemen angkatan 2009 kelas 3EA01- 3EA04 berjumlah 158 orang mahasiswa, sedangkan sampel yang diambil sebesar 10 orang tiap kelasnya dari jumlah populasi tiap kelas . Jumlah tersebut mewakili dalam penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini minimal adalah sebanyak 30 responden. Dalam penelitian ini diperoleh 42 responden dan jumlah sampel yang besar cenderung memberi penduga yang lebih mendekati nilai sesungguhnya
·         11.   Pada penelitian digunakan metode deskriptif untuk menganalisa data primer yang telah diperoleh, yakni metode analisa deskriptif . Metode analisa deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer yang berupa kuesioner yang telah diperoleh dari responden penelitian. Sedangkan metode analisa regresi berganda menguji hasil pilihan dari factor jenis kelain dan jenis kereta . 4.1 Gambaran deskriptif Gambaran hasil penelitian berdasarkan kuisioner dalam penelitian ini dan merupakan data primer , diperoleh gambaran umum berdasarkan hasil mengenai karateristik responden. Dengan menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran yang cermat dan lengkap tentang karakteristik objek yang diteliti, tujuannya adalah untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai faktor-faktor yang ada dilapangan yang berkaitan dengan penelitian ini, Karateristik tersebut meliputi jenis kelamin , jenis kereta api , dan kelas.
·         12. Tabel Karakteristik Responden 4.3 Analisis 4.3.1 Analisis penelitan ini ditinjau dari beberapa faktor yang dilihat berdasarkan pada : A. karakter berdasarkan jenis kelamin (B1 = 0,6) Pada karateristik penumpang mengenai pria dan wanita pada kelas ekonomi lebih di dominasi kalangan pria karena dari harga yang hemat tetapi untuk commuter line lebih di dominasi kalangan wanita karena kenyaman dan keamanannya lebih terjamin , tetapi dalam hal ini untuk kereta api jeni ekonomi kalangan wanita ada tetapi tidak terlalu banyak di karenakan kenyamannya yang kurang terjamin dibanding kereta api jenis comutter-line B. karakter berdasarkan jenis kereta (B2=0,4) untuk jenis kereta api jenis ekonomi terbilang untuk harga lebih terjangkau dan banyak diminati tetapi untuk segi kenyaman dan keamanan sangat kurang , sedangkan untuk kereta api jeni commuter-line
PENGARANG : MUHAMMAD ILHAM (2011)
·         14. 5.1 KESIMPULAN PT. Kereta Api (Persero) sebagai perusahaan transportasi perkeretaan terbesar indonesia mulai membenahi pelayanan dan kualitasnya dari waktu ke waktu. Peningkatan pada 3tahun terakhir mulai memberikan dampak positif bagi perusahaan tersebut. Dilihat dari langkah perusahaan untuk menambahkan jenis layanan (e-commuterline), perbaikan armada dan penambahan gerbong khusus wanita. Langkah tersebut secara langsung memperbaiki citra kereta api yang kumuh dan tak nyaman mulai menjadi kereta yang memiliki ketepan waktu dan keamanan yang baik. Sehingga perusahaan mendapatkan tambahan pengguna setia jasa kereta api yang berarti peningkatan profit. Dari populasi yang diuji, dominan memberikan respon yang positif terhadap PT. Kereta api (persero).  Mereka mulai mengandalkan jasa kereta api sebagai moda transportasi yang dipilih untuk ke tempat tujuan terutama kampus. Tetapi mereka berharap peningkatan kualitas PT. Kereta api (persero) tidak berhenti terutama untuk penambahan gerbong yang mulai kurang untuk mengangkut penumpang di jam-jam pulang keja/kuliah.

Rabu, 30 Oktober 2013

ETHICS IN INDONESIA


Ethics (Ancient Greek: "ethikos", meaning "arising out of the habbit") is where something and how the main branch of philosophy which studies the value or quality is studying about standard and morals. Ethics include analysis and implementation ofconcept as true, false, good, bad, and responsibility.
Ethicbeginifhuman reflect ethical elements in our spontaneous opinions.Need for reflection that will we feelamong other thing because we opinion ethical no seldom different with other opinion . For that need a ethics ,is to find out what must to do by human body .
On methodology, not everything can be said as ethics . Ethics need a critical attitude, methodical, and systematic in performing a reflectionBecause the ethics is a science.As a science, objectfrom ethicsis behavior from human. But different with the other sciencesis also research behavior from human body, ethics have the normative point of viewThe meaning of ethics from the point of view of good and bad deeds against humans.
Ethicsdevideas three principal part meta-ethics (study concept of ethics),normative ethics (study determination the value of ethics), andapplied ethics (studyto usevaluesof ethics).
Every religioncan have ethics theologicalis unique based onwhat is believeand will be system values who adheredIn this casebetween one religionwith other religion can have differentinformulate ethics theological.
Judging from the above description can be  classification about the ethics or morale norm in Indonesian , here  there vaiety of norms in Indonesian:
1.        Religion Norm
Religion Normis a rule who organize  to connect human and god and organize to connect human with other human at religion theoryReligion Norm in general drawn from the values contained in the scriptures of a religion. In Indonesian there are several scriptures of a religion which is believed by our followers,belows are kind of scripture in this country:
·         Al-Qur’anfor guidance of the Moslems
·         Injilfor guidance of the Christians both Protestant or Catholic.
·         Tripitakafor guidance of the Buddhists.
·         Wedafor guidance of the Hindi.

Religion norm functions to perfect human being becomes a good man and avoid bad things. Besides that the norm intends to the soul of human. The difference of religion norm with others is on the sanction. The sanction of religion norms is indirect, being a form of sins or revenge which are this sanctions take place when human passed away.

All religion norms contain the responsibility as follows:
·         The duty to worship
·         Help each other
·         Tolerance with other believers
·         Love and not pain each other

Below is the sample of religion norm
a)      “You may not commit  murder”.
b) “You may not commit  stealing”.
c) “You must abide to your parents”.
d) “You must be in worship”.
e) “You may not commit deceives”.




2.      Morality Norm
Morality norms is a norm arises from a heart calls of human. The breach of this norm is the contrast of human feelings that can result regret into human.Morality norm is universal and worldwide acceptably.

Belows are the sample of morality norm :
a.      “You may not steal other people’s things”.
b.      “You must be in honest”.
c.       “You must do everything good and help each other”.
d.      “You may not kill each other”.
 
3.      Politeness Norm
Politeness norm is a norm arisen and created from the society to regulate the community therefor each element of society can be tolerance. The result of breking this norm is being insulted or away from the community, because the source of this norm is from society itself. The essence of politeness norm is appropriateness, valuable or habbit in society. Politeness norm usually called common courtesy. This norm is not valid universally but only regional or particular area. What something appropriate for particular society does not mean the same for others.

Belows are the sample of politeness norm :
a.      “Give the priority seat to woman especially old women, in pregnancy, or taking a baby in public transportation”.
b.      “Do not talk when eating”.
c.       “Do not spit on the floor or street”.
d.      “The younger must respect to the older”.



Habit is a norm which the existence in society accepted as a bounded norm even not regulated or written in a rule or government. Habbit is something doing as routine daily about the same thing, regarded as a norm. Habbit in society usually regarded as a courtesy. Courtesy in society often becomes same terms of customs. Customs have become a tradition in society which function to regulate the people. Customs arise from a sacred activity which becomes a tradition but habbit is not a tradition.




ETIKA / NORMA YANG BERLAKU DI INDONESIA

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benarsalahbaikburuk, dan tanggung jawab.
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karenal.llllllkpAOIPUPP itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika),etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.
Di lihat dari uraian di atas dapat di klasifikasikan mengenai etika atau norma yang berlaku di Indonesia, berikut ini ada bermacam-macam norma yang berlaku di Indonesia, yaitu:
4.        Norma Agama
Norma agama adalah suatu aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan mengatur tingkah laku manusia dengan sesama berdasarkan pada ajaran suatu agama. Norma agama pada umumnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci suatu agama. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa kitab suci suatu agama yang sangat dipercaya oleh pengikutnya, adapun kitab-kitab suci tersebut adalah sebagai berikut:
·         Kitab Al-Qur’an dijadikan pedoman oleh pemeluk Agama Islam.
·         Kitab Injil dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Kristen protestan dan Katholik.
·         Kitab Tripitaka Kitab ini dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Budha.
·         Kitab Weda merupakan kitab suci yang dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Hindu.
Norma agama bertujuan untuk menyempurnakan manusia supaya orang tersebut menjadi baik dan selalu menjauhi hal-hal yang buruk. Disamping itu norma agama juga lebih mengarah kepada batin manusia. Adapun beberapa perbedaan yang membedakan antara norma agama dengan norma yang lain adalah terletak pada sanksinya. Sanksi untuk pelanggar norma agama biasanya tidak langsung, yakni berupa dosa, karma. Dimana sanksi ini terjadi ketika manusia sudah berhadapan dengan Tuhan.
Semua norma agama memuat beberapa kewajiban yang harus ditaati oleh manusia diantaranya adalah:
·         Kewajiban untuk beribadah
·         Saling tolong-menolong
·         Hormat-menghormati antar pemeluk agama
·         Saling mengasihi dan tak saling menyakiti

Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) “Kamu dilarang membunuh”.
b) “Kamu dilarang mencuri”.
c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
d) “Kamu harus beribadah”.
e) “Kamu jangan menipu”.

5.      Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
e.      “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
f.        “Kamu harus berlaku jujur”.
g.      “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
h.      “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.
 
6.      Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat-menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
e.       “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi”.
f.        “Jangan makan sambil berbicara”.
g.      “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat”.
h.      “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.

Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan adalah tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup . Kebiasaan dalam masyarakat sering disamakan dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada  pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun. Pada umumnya adat istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.
 



Referensi :

ETHICS IN INDONESIA


Ethics (Ancient Greek: "ethikos", meaning "arising out of the habbit") is where something and how the main branch of philosophy which studies the value or quality is studying about standard and morals. Ethics include analysis and implementation ofconcept as true, false, good, bad, and responsibility.
Ethicbeginifhuman reflect ethical elements in our spontaneous opinions.Need for reflection that will we feelamong other thing because we opinion ethical no seldom different with other opinion . For that need a ethics ,is to find out what must to do by human body .
On methodology, not everything can be said as ethics . Ethics need a critical attitude, methodical, and systematic in performing a reflectionBecause the ethics is a science.As a science, objectfrom ethicsis behavior from human. But different with the other sciencesis also research behavior from human body, ethics have the normative point of viewThe meaning of ethics from the point of view of good and bad deeds against humans.
Ethicsdevideas three principal part meta-ethics (study concept of ethics),normative ethics (study determination the value of ethics), andapplied ethics (studyto usevaluesof ethics).
Every religioncan have ethics theologicalis unique based onwhat is believeand will be system values who adheredIn this casebetween one religionwith other religion can have differentinformulate ethics theological.
Judging from the above description can be  classification about the ethics or morale norm in Indonesian , here  there vaiety of norms in Indonesian:
1.        Religion Norm
Religion Normis a rule who organize  to connect human and god and organize to connect human with other human at religion theoryReligion Norm in general drawn from the values contained in the scriptures of a religion. In Indonesian there are several scriptures of a religion which is believed by our followers,belows are kind of scripture in this country:
·         Al-Qur’anfor guidance of the Moslems
·         Injilfor guidance of the Christians both Protestant or Catholic.
·         Tripitakafor guidance of the Buddhists.
·         Wedafor guidance of the Hindi.

Religion norm functions to perfect human being becomes a good man and avoid bad things. Besides that the norm intends to the soul of human. The difference of religion norm with others is on the sanction. The sanction of religion norms is indirect, being a form of sins or revenge which are this sanctions take place when human passed away.

All religion norms contain the responsibility as follows:
·         The duty to worship
·         Help each other
·         Tolerance with other believers
·         Love and not pain each other

Below is the sample of religion norm
a)      “You may not commit  murder”.
b) “You may not commit  stealing”.
c) “You must abide to your parents”.
d) “You must be in worship”.
e) “You may not commit deceives”.




2.      Morality Norm
Morality norms is a norm arises from a heart calls of human. The breach of this norm is the contrast of human feelings that can result regret into human.Morality norm is universal and worldwide acceptably.

Belows are the sample of morality norm :
a.      “You may not steal other people’s things”.
b.      “You must be in honest”.
c.       “You must do everything good and help each other”.
d.      “You may not kill each other”.
 
3.      Politeness Norm
Politeness norm is a norm arisen and created from the society to regulate the community therefor each element of society can be tolerance. The result of breking this norm is being insulted or away from the community, because the source of this norm is from society itself. The essence of politeness norm is appropriateness, valuable or habbit in society. Politeness norm usually called common courtesy. This norm is not valid universally but only regional or particular area. What something appropriate for particular society does not mean the same for others.

Belows are the sample of politeness norm :
a.      “Give the priority seat to woman especially old women, in pregnancy, or taking a baby in public transportation”.
b.      “Do not talk when eating”.
c.       “Do not spit on the floor or street”.
d.      “The younger must respect to the older”.



Habit is a norm which the existence in society accepted as a bounded norm even not regulated or written in a rule or government. Habbit is something doing as routine daily about the same thing, regarded as a norm. Habbit in society usually regarded as a courtesy. Courtesy in society often becomes same terms of customs. Customs have become a tradition in society which function to regulate the people. Customs arise from a sacred activity which becomes a tradition but habbit is not a tradition.




ETIKA / NORMA YANG BERLAKU DI INDONESIA

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benarsalahbaikburuk, dan tanggung jawab.
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karenal.llllllkpAOIPUPP itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika),etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.
Di lihat dari uraian di atas dapat di klasifikasikan mengenai etika atau norma yang berlaku di Indonesia, berikut ini ada bermacam-macam norma yang berlaku di Indonesia, yaitu:
4.        Norma Agama
Norma agama adalah suatu aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan mengatur tingkah laku manusia dengan sesama berdasarkan pada ajaran suatu agama. Norma agama pada umumnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci suatu agama. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa kitab suci suatu agama yang sangat dipercaya oleh pengikutnya, adapun kitab-kitab suci tersebut adalah sebagai berikut:
·         Kitab Al-Qur’an dijadikan pedoman oleh pemeluk Agama Islam.
·         Kitab Injil dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Kristen protestan dan Katholik.
·         Kitab Tripitaka Kitab ini dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Budha.
·         Kitab Weda merupakan kitab suci yang dijadikan pedoman oleh pemeluk agama Hindu.
Norma agama bertujuan untuk menyempurnakan manusia supaya orang tersebut menjadi baik dan selalu menjauhi hal-hal yang buruk. Disamping itu norma agama juga lebih mengarah kepada batin manusia. Adapun beberapa perbedaan yang membedakan antara norma agama dengan norma yang lain adalah terletak pada sanksinya. Sanksi untuk pelanggar norma agama biasanya tidak langsung, yakni berupa dosa, karma. Dimana sanksi ini terjadi ketika manusia sudah berhadapan dengan Tuhan.
Semua norma agama memuat beberapa kewajiban yang harus ditaati oleh manusia diantaranya adalah:
·         Kewajiban untuk beribadah
·         Saling tolong-menolong
·         Hormat-menghormati antar pemeluk agama
·         Saling mengasihi dan tak saling menyakiti

Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) “Kamu dilarang membunuh”.
b) “Kamu dilarang mencuri”.
c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
d) “Kamu harus beribadah”.
e) “Kamu jangan menipu”.

5.      Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.

Contoh norma ini diantaranya ialah :
e.      “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
f.        “Kamu harus berlaku jujur”.
g.      “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
h.      “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.
 
6.      Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat-menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
e.       “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi”.
f.        “Jangan makan sambil berbicara”.
g.      “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat”.
h.      “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.

Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan adalah tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup . Kebiasaan dalam masyarakat sering disamakan dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada  pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun. Pada umumnya adat istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.
 



Referensi :